Postingan

NASIHAT DALAM PAMALI

Gambar
SAPULUN DAN PAHUNI Dalam keseharian, khususnya masyarakat Dayak Ngaju, masih banyak yang mengetahui adanya beberapa pamali/ pantangan atau mitos.   Memang antara pamali dan mitos hanya beda tipis. Masyarakat Dayak Ngaju Kalimantan Tengah menyebut mitos atau pamali itu dengan kata “pali,” yang artinya pantangan. Pada dua ulasan sebelumnya sudah disampaikan tentang pamali duduk di depan pintu dan makan di tutup panci. Untuk kali ini, yang akan diulas adalah tentang “sapulun” yaitu mencicipi makanan atau minuman. Contohnya, jika ada tamu yang datang saat empunya rumah sedang memasak. Kemudian menawarkan tamu untuk makan atau minum, maka seharusnya tamu tersebut menerima tawaran empunya rumah. Setidaknya sang tamu harus “sapulun,” yaitu menyentuh/ memegang ataupun mencicipi makanan dan minuman tersebut. Jika tidak, maka akan dikatakan bahwa nantinya, sang tamu bisa mengalami musibah. Salah satu pamali atau mitos yang masih ada sampai sekarang yaitu, jika empunya rumah menawarka...

PENGALAMAN YANG MEMOTIVASI

Gambar
Terlahir dengan nama Sri Sugiastuti,  8 April 1961. Merasa terlambat belajar menulis. Ia menghabiskan masa kecilnya di Jakarta sejak usia 1 tahun hingga lulus SMA tahun 1980. Kuliah di UNS setelah lulus mengajar di Jakarta hingga ahun 1990. Cinta dan tanggungjawabnya pada keluarga membawanya  hijrah ke Solo sejak tahun 1990 hingga saat ini.  Karir menulisnya dimulai ketika usianya jelang setengah abad. Dimana Ia kuliah S2 jurusan Pengkajian Bahasa Inggris yang linier dengan jurusan yang diambilnya di S1.UNS. Tahun 2010 jadi tahun keberuntungannya ketika 2 bukunya bisa terbit, Buku “SPM Ujian Nasional Bahasa Inggris untuk SMK” penerbit Erlangga, dan buku antologi “ Diary Ketika Buah Hati Sakit”. Naskahnya sebagai pemenang ke 3.  Buku kroyokan lainnya bersama Kompasianer tahun 2014 “25 Kompasianers Merawat Indonesia” dalam rangka hari Kartini. Satu lagi berjudul “ Indonesia Satu “ penerbitnya Indie Peniti Media. Beberapa buku antologi Muara Kasih Ibu, Move on, Go to 20...

PTK DIJADIKAN BUKU

  Pada hari ke-2 belajar menulis gelombang 12 disampaikan materi tentang mengubah PTK menjadi buku. Nara sumber yaitu  Ibu Hati Nurahayu, seorang editor dan pegiat literasi. Kuliah dibagi menjadi dua sesi, sesi penyampaian materi dan sesi tanya jawab. Salah satu syarat jika seorang guru mau naik pangkat adalah dengan membuat PTK. Materi kali ini mengajarkan bagaimana cara mengubah sebuah PTK tersebut menjadi buku.  Menurut Bu Hati, a da beberapa cara mengubah PTK menjadi buku, di antaranya adalah :  1) Mengubah judul PTK,  2) Membuat kata pengantar,  3) Membuat daftar isi,  4) Membagi bagian-bagian buku.  Untuk mengubah PTK   menjadi buku, penulis harus memperbanyak isi materi variabel bebas dari kata kunci judul buku atau lebih memperluas isi bacaan   berdasarkan sumber yang relevan. Untuk itu penulis wajib banyak membaca buku best seller. Tujuannya agar kita mengetahui bagaimana mereka menyajikan materi untuk menjadi sebuah buku. PTK...

RESUME KULIAH OM JAY

  Semangat Menulis Bersama Om Jay Hari pertama memulai belajar menulis gelombang 12. Materi yang disampaikan sangat membakar semangat untuk ikut berkarya. Menulis sebenarnya sangat menyenangkan, hanya kadang memang bisa kehilangan ide. Pada materi kali ini saya mengambil kesimpulan bahwa, jangan pernah berhenti untuk menulis. Kemudian, menulis itu perlu berkolaborasi dengan editor dan penerbit. Penulis juga harus sabar, karena waktu untuk mengedit tulisan cukup lama. Menulis juga bukan hanya sekadar untuk memenuhi syarat administrasi untuk kenaikan pangkat. Tujuan menulis adalah untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Terima kasih untuk kisah dan motivasinya pada kuliah hari pertama ini. Salam, Katmie #DisiplinJujurTulusIkhlasSabar

MULAI DARI DIRI SENDIRI

Gambar
SUDAH SIAPKAH KITA? Kita tentu sudah membaca dan mendengar berita tentang "New Normal." Pertanyaannya, sudah siapkah kita menjalaninya?  Karena kenyataan sebelumnya selama ini, masih banyak yang tidak mematuhi aturan yang ada. Apakah tidak menutup kemungkinan dengan adanya New Normal ini justru makin membuka lebar peluang penyebaran virus? Sepertinya masih banyak "oknum masyarakat" yang kurang peduli terhadap kesehatannya. Sebenarnya yang paling utama adalah menyiapkan diri. Menyiapkan diri untuk rendah hati taat serta patuh pada aturan yang ada. Jika masyarakat sudah siap rendah hati, peduli, maka penyebaran virus ini setidaknya dapat berkurang. Masih banyak "oknum masyarakat" yang tidak mau keluar dari zona nyaman kehidupannya sehari-hari. Tidak siap dengan tantangan kehidupan. Hanya selalu berharap agar pemerintah saja yang menangani semua masalah yang ada. Sedangkan wabah ini adalah mendunia. Masyarakat dunia semua merasakan a...

SUNGAI RUNGAN-MANUHING

Gambar
Masih terbayang dalam ingatan, saat-saat di mana melihat pemandangan sungai seperti dalam gambar ini. Gambar ini memang sudah sangat lama, tapi tak akan pernah dilupakan. Apa yang sedang berlangsung dalam gambar ini, pernah membuat sebagian besar masyarakat Rungan-Manuhing (Kabupaten Gunung Mas-Kalimantan Tengah) setidaknya merasakan hidup yang "cukup" bahkan ada yang mampu menikmati "kelebihannya." Tiba-tiba, masa itu terjadi, harga jualnya sangat menghentak jiwa. Semua tertegun, bingung, cemas bahkan sangat khawatir. Hempasan harga jualnya membuat banyak yang terpuruk. Tidak hanya pengepul/ pengusahanya yang merasakan, tetapi yang paling tersiksa adalah masyarakat kecil sebagai pekerja. Lambat laun, pemilik lahan yang dulunya memiliki puluhan hektar, sedikit demi sedikit  mulai menjual kebunnya. Sangat terpaksa dan membuat banyak hati bersedih. Entah kapan kita bisa melihat pemandangan yang seperti ini lagi. Pemandangan yang selalu mengingatkan dari m...

GOHONG RAWAI JAKATAN RAYA (TUMBANG JUTUH)

Gambar
Dulu.... 30 an tahun yang lalu... warnamu tidak coklat seperti ini. Setiap sore selalu ramai dengan kunjungan warga, ada yang sekadar jalan-jalan menikmati indahnya deras arusmu, ada yang memang sengaja datang untuk mencari ikan, mencari "kalisi" (sejenis keong sungai). Banyak cerita yang tak tertulis di sini, banyak tawa, canda ria dan bahagia tertuang di sini... Banyak kenangan manis terukir diantara bebatuan ini... di antara kaki yang dialiri air yang jernih dan sejuk, tanpa ada rasa takut terseret arus Entah kapan warnamu bisa kembali bening seperti dulu, yang membuat banyak janji terucap... Kali ini... kudatang menghampirimu, setelah sekian lama tak menatapmu... mungkinkah suatu saat aku memilikimu? atau setidaknya merawatmu? agar pesonamu membahana... supaya keberadaanmu tidak hanya sebagai kenangan... harapanku...suatu saat... akan berkumpul orang-orang yang pernah mencintaimu orang-orang yang pernah berjua...